Oleh: mpp07 | 28 Mei 2009

Penangkaran Rusa Ranca Upas.

rusaDi Ranca Upas terdapat penangkaran rusa dengan pemandangan hutan alam dan hutan tanaman serta area perkemahannya. Bumi Perkemahan Ranca Upas dapat dicapai dengan kendaraan roda empat dan roda enam. Jarak tempuh dari Pangalengan 15 km dan dari Bandung 56 km dengan kondisi jalan beraspal.
Ciwidey – Ranca Upas merupakan tempat wisatadi kawasan Bandung Selatan, Jawa Barat. Letaknya di dekat perkebunan teh Rancabali di kaki Gunung Patuha, Ciwidey, Jawa Barat.
Udara pegunungan yang sejuk dan lingkungan hutan pegunungan yang masih asri, membuat tempat ini banyak dikunjungi wisatawan. Ranca Upas, dapat di tempuh dengan mobil selama 2 jam dari kota Bandung. Jaraknya sekitar 170 kilometer.
Sejak tahun 1980, tempat ini menjadi tempat rekreasi dan perkemahan. Di kawasan ini juga terdapat areal seluas tiga hektar untuk penangkaran rusa.
Pengunjung dapat menyaksikan langsung rusa yang sedang diberi makan oleh pawang melalui panggung yang telah disediakan. Lia, seorang wisatawan mengungkapkan, dirinya senang bisa melihat rusa di Ranca Upas. Untuk memanggil rusa, sang pawang bersiul.
Begitu mendengar tanda dari sang pawang, rusa-rusa akan datang, keluar dari tempat persembunyiannya, selain makan rumput dan air, rusa juga sangat suka makan umbi-umbian, seperti ubi dan singkong. Waktu makan bagi rusa-rusa ini setiap pukul dua siang.
Kalau bukan saat jam makan, rusa-rusa ini tidak akan keluar, bersembunyi di bawah rimbunnya semak semak.
Rusa jantan bertanduk panjang dan lebih sering menampakan diri. Sedangkan rusa betina, tidak bertanduk dan lebih sering bersembunyi bersama anak-anaknya.
Usep Saepudin merupakan salah seorang pawang rusa ditempat ini. Dia telah bekerja sejak 10 tahun lalu. Bapak 4 orang putra ini bertugas memberi makan dan memelihara rusa di kawasan ini.
Selain memberi makan, Usep juga bertugas menjaga keamanan dan mengawasi agar rusa tidak lepas dari tempat penangkaran. Setiap hari dia harus memeriksa kawat pagar pembatas agar rusa terhindar dari gangguan.
Gangguan paling banyak datang dari manusia dan anjing. Rusa-rusa ini jinak kepada pengunjung. Karena itu, para pengunjung dapat leluasa memberi mereka makan.
Awalnya, jumlah rusa di tempat ini hanya 8 ekor, namun kini telah berkembang menjadi 16 ekor.
Setiap tahun rusa di kawasn ini bertambah satu ekor. Bulan Agustus, adalah musim kawin. Setelah kawin sang betina bersembunyi di sarangnya selama tiga bulan. Setelah anaknya lahir, barulah rusa betina keluar dari sarang.
Penangkaran rusa di Ranca Upas ini selain untuk melestarikan rusa, juga dimaksudkan sebagai wahana pendidikan.
Pengunjung yang datang tidak hanya dapat menikmati pemandangan yang indah dan udara yang sejuk, tetapi juga dapat lebih mengenal rusa yang ditangkar di tempat ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: